Jumat, 13 Agustus 2010

TIPS MERAWAT KUCING HAMIL


Berikan makanan yang paling baik.
Kucing yang sedang hamil membutuhkan banyak protein dan vitamin. Sejumlah besar protein diperlukan untuk mendukung perkembangan janin. Pastikan makanan yang diberikan mengandung protein yang tinggi. Persentase kandungan protein bisa dilihat di kemasan. Biasanya makanan untuk kitten mempunyai kandungan protein dan vitamin yang lebih banyak dibandingkan makanan untuk kucing dewasa (adult). Sebaiknya kucing yang sedang hamil diberikan makanan untuk kitten ini.

Suplemen berupa vitamin dan kalsium juga diperlukan untuk meningkatkan kesehatan janin dan ibunya. Hati-hati dengan suplemen kalsium. Pemberian kalsium yang terlalu banyak menyebabkan perkembangan tulang janin yang berlebihan. Akibatnya ukuran janin terlampau besar dan sulit keluar pada saat akan dilahirkan (distokia)

Kucing hamil harus berada di dalam rumah.
Kucing yang hidup di luar rumah mempunyai resiko tertular penyakit yang lebih tinggi. Keadaan di dalam rumah lebih hangat dan tenang, jauh dari gangguan kucing-kucing liar yang dapat menyebabkan perkelahian antar kucing. Selain itu kondisi di dalam rumah relatif lebih bersih. Anak-anak kucing harus dilahirkan di tempat yang bersih.

Jangan memberikan sembarang obat selama masa kehamilan.
Pemberian obat-obatan pada kucing hamil hanya dilakukan dalam keadaan darurat saja. Selalu konsultasikan pemberian obat-obatan dengan dokter hewan anda. Berbagai obat-obatan seperti obat cacing, anti kutu dan beberapa macam antibiotik dapat menyebabkan gangguan, cacat pada janin bahkan keguguran.

Sediakan kandang /tempat yang nyaman
Sebuah kotak kardus yang besar diisi dengan handuk atau alas serta serpihan koran sudah cukup memadai. Tempatkan ditempat yang hangat, bersih, tenang dan terawasi. Pastikan tempat ini telah tersedia minimal minggu sebelum waktunya melahirkan.

Gunakan pasir kotoran (litter) yang tidak menggumpal.
Kadang-kadang kucing melahirkan anaknya di kotak/tempat kotoran (litter). Pasir yang terdapat dalam kotak litter bisa menenpel di tubuh anak yang baru lahir. Induk kucing biasanya tidak mau membersihkan (menjilati) anaknya bila tertutup pasir yang menggumpal (merek : pura, cat san, hartz scoop dll). Gunakan saja pasir zeolit yang relatif lebih murah dan tidak menggumpal. Butiran zeolit berwarna abu kehijauan.

Jauhkan dari kucing-kucing lain.
Jika anda memiliki banyak kucing, pastikan tempat melahirkan jauh dari kucing-kucing lain. Pada saat melahirkan, kucing tidak suka berada didekat kucing lain, meskipun kucing tersebut sudah saling mengenal sejak lama. Insting keibuan dan proteksi akan semakin kuat pada saat mendekati kelahiran. Ada beberapa kucing yang baru melahirkan akan langsung menyerang kucing yang mendekatinya.

Siapkan persediaan makanan yang cukup
Siapkan persediaan makanan dan minum yang cukup bagi kucing anda. Jangan biarkan kucing anda sendirian pada saat melahirkan.

Cek dokter hewan terdekat.

INFEKSI TELINGA PADA KUCING


Salah satu penyakit pada kucing yaitu Infeksi Telinga atau Otitis. Berikut adalah infonya.

Keterangan

1. Daun telinga kemerahan, sedikit bengkak disertai kotoran telinga
2. Saluran telinga menyempit/tertutup sebagioan akibat bengkak
3. Kotoran dalam saluran telinga

Banyak sekali berbagai macam kondisi dan sebab yang dapat mengakibatkan terjadinya radang telinga (otitis) pada kucing. Mulai dari tungau telinga (ear mite), bakteri, jamur, kanker, alergi, gangguan sistem kekebalan tubuh, luka, dll.

Secara umum telinga terbagi menjadi tiga bagian, bagian luar (eksternal), tengah dan dalam (internal). Otitis dapat terjadi pada salah satu atau ketiga bagian telinga tersebut. Otitis yang terjadi pada telingan bagian dalam biasanya bersifat parah dan fatal, dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan mendengar secara permanen.

Otitis yang tidak ditangani secara cepat dan tepat dapat menyebabkan radang berlangsung lama/kronis. Pada beberapa kondisi radang kronis ini dapat menyebabkan tumbuhnya polip. Lebih lanjut lagi polip ini dapat berkembang menjadi tumor/kanker dan menutup saluran telinga, akibatnya kucing tidak dapat mendengar suara dengan baik lagi.

Tanda/Gejala klinis otitis

Kebanyakan kucing yang mempunyai masalah dengan telinga terlihat tidak nyaman dan sering kali menggoyang/menggeleng-gelengkan kepala, mencakar-cakar telinga atau menggosok-gosokkan telinga/kepala pada dinding, atau atau benda lain. Dari dalam telinga bisa saja muncul cairan kotor dan kadang-kadang disertai bau tidak sedap.

Cakaran atau goyangan kepala yang terus menerus dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan hematoma pada telinga (aural hematoma). Hematoma adalah penggumpalan atau penumpukan darah di telinga akibat pecahnya pembuluh darah yang terdapat pada daun telinga. Telinga yang mengalami hematoma terlihat dari tanda-tanda seperti bengkak, dan terasa hangat bila diraba dan terasa ada penumpukan cairan di bawah kulit telinga.

Diagnosa penyakit

Metoda yang paling sering dan mudah digunakan adalah memeriksa telinga dengan menggunakan alat yang disebut otoskop. Dengan alat ini dokter hewan dapat melihat keadaan telinga bagian luar dan tengah termasuk saluran telinga.

Tes lain bisa saja dilakukan dengan cara mengambil kotoran yang terdapat di dalam telinga, kemudian diperiksa menggunakan mikroskop. Dari kotoran tersebut di diketahui kondisi dan penyebab radang telinga.

Bisakah Otitis disembuhkan ?

Dengan diagnosa penyakit yang tepat, pembersihan telinga secara rutin dan pengobatan yang tepat dan segera, dalam waktu 2 minggu sebagian besar kasusinfeksi telinga dapat sembuh dan kembali seperti semula.

Beberapa kasus otitis yang disebabkan oleh alergi, gangguan hormon atau sistem kekebalan tubuh, lebih sulit ditangani dan memerlukan waktu agak lama untuk mendiagnosanya.

Jika infeksi telah berlangsung lama dan parah, ada kemungkinan kemampuan pendengaran kucing tidak dapat kembali seperti semula.

Penyebab Otitis

banyak sekali hal yang dapat menyebabkan dan mempertinggi resiko terkena otitis, diantaranya :

  1. Kotoran. Sebagian besar kasus infeksi pada telinga berawal dari kotornya telinga. Kotoran yang terdapat dalam telinga bisa berasal dari luar (debu, tanah, dll) atau dari dalam telinga sendiri.
    Seperti juga manusia, secara normal telinga kucing memproduksi semacam cairan berwarna kuning kecoklatan seperti lilin (wax), yang berfungsi menjaga kelembaban dan kondisi mikroorganisame di dalam telinga. Lilin ini sering disebut sebagai cerumen. Penumpukan cerumen yang berlebihan dapat bisa menjadi tempat yang cocok untuk tumbuhnya bakteri atau jamur, selain itu juga menimbulkan rasa tidak nyaman yang memancing kucing menggaruk/mencakar-cakar telinga. Garukkan ini menyebabkan luka kecil yang kemudian dapat berkembang menjadi infeksi.
  2. Bakteri & Jamur adalah salah satu agen utama penyebab infeksi pada telinga. Jamur/kapang yang secara normal hidup dalam telinga adalah Malassezia pachydermatis. Karena sesuatu hal bisa saja terjadi populasi berlebihan dari jamur ini dan menyebabkan terjadinya otitis.
  3. Ear mite/tungau telinga. Tungau/kutu berukuran kecil yang sering menyebabkan otitis pada kucing adalah dari spesies Otedectes cynotis. Tungau spesies lain yang juga bisa menyebabkan otitis adalah sarcoptes,demodex dan notoedres.
  4. Alergi. Alergi terhadap serbuk sari, makanan atau obat-obatan juga dapat menyebabkan otitiss. Kucing alergi biasanya menunjukkan gejala penyakit lain seperti kulit gatal ,dll. Tetapi bisa saja gejala alergi yang muncul hanya berupa otitis saja. Makanan hipoalergenik bisa membantu dalam menentukan dan mengendalikan alergi.
  5. Gangguan hormon: penyakit-penyakit yang menyebabkan gangguan hormon dapat menekan sistem kekebalan tubuh. Kekebalan tubuh yang berkurang menyebabkan berbagai penyakit mudah muncul salah satunya adalah infeksi telinga. Pemeriksaan darah di laboratorium kadang-kadang diperlukan untuk mendiagnosa otitis yang disebabkan gangguan hormon.
  6. Tumor/polip dapat saja tumbuh di telinga atau saluran telinga. Tumor/polip ini bisa muncul sebagai akibat infeksi telinga yang berkepanjangan.
  7. Bentuk telinga yang terlipat/ menutup seperti pada ras kucing scottish fold mempertinggi resiko terkena otitis. Bulu yang tumbuh berlebihan dalam telinga juga meningkatkan resiko terkena otitis. Oleh karena itu kucing-kucing dengan bentuk telinga atau bulu panjang dan berlebihan yang tumbuh di telinga, memerlukan perhatian dan perawatan lebih dibanding kucing lainnya

Pengobatan

Tindakan pengobatan yang dilakukan berbeda-berda tergantung penyebab otitisnya. Obat tetes telinga yang mengandung antbiotik dan anti radang bisa diberikan bila terjadi infeksi bakteri dan pembengkakan.

Obat tetes telinga yang mengandung anti ektoparasit atau injeksi obat golongan avermectin (ivermectin, selamectin, dll) bisa diberikan bila otitis disebabkan oleh ear mite atau ekto parasit lain. Pemberian obat-obatan ini harus mengikuti siklus hidup parasit tersebut.

Untuk kasus tumor atau polip, diperlukan tindakan operasi/bedah untuk mengangkat jaringan yang abnormal.

Otitis yang disebabkan oleh alergi dan gangguan hormon memerlukan tindakan pengobatan secara menyeluruh dan sistematis. Seringkali pengobatan hanya bersifat mengurangi efek/sakitnya saja, karena penyebab utamanya (alergi atau gangguan hormon) memang relatif sulit disembuhkan.

Pencegahan

Selalu memeriksa kebersihan telinga kucing secara teratur. Bersihkan telinga kucing secara rutin. Cairan telinga normal berwarna bening-kuning kecoklatan. Bila berwarna coklat tua atau berbau busuk, kemungkinan besar kucing menderita otitis.

    FUNGSI KUKU KUCING


    Umumnya, semua kucing akan menjaga serta merawat kuku-kukunya dengan baik, yaitu dengan cara memanjat dan mencakar atau menggaruk-garukkan kuku-kukunya pada benda-benda seperti misalnya batang-batang pohon, tiang-tiang serta perabotan rumah.

    Kebiasaan kucing yang gemar memanjat serta menggaruk-garukkan kuku atau cakarnya ini tidak hanya bermanfaat untuk membantu mempertajam kuku-kukunya, tetapi kebiasaan seperti ini juga dianggap sebagai bentuk lain dari cara berkomunikasi kucing. Alasannya, yaitu bahwa bekas goresan kuku atau cakar dari kucing ini meninggalkan bau kelenjar pada kaki kucing tersebut dan hal ini dapat dijadikan sebagai sebuah petunjuk jelas bahwa sebelumnya seekor kucing telah mengunjungi atau berada di tempat tersebut.

    Dan bagi Anda para pemilik kucing, mungkin sebaiknya Anda menyediakan sebuah tiang panjat di dalam rumah dengan maksud untuk mencegah binatang kesayangan Anda memanjat ataupun menggaruk-garukkan kuku-kuku atau cakar-cakarnya yang tajam pada gorden (tirai jendela rumah Anda) serta perabotan rumah Anda.

    TIPS MERAWAT KUCING BULU PANJANG


    Kucing persia, himalaya ataupun angora memang sangat cantik, anggung dan elegan penampilannya. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa orang tertarik untuk memeliharanya. Bulunya yang panjang, lembut dan mengembang memang menjadikan tampilannya berbeda dari kucing “kampung” yang sering kita jumpai disekitar rumah. Namun kondisi tersebut hanya dapat ditemui pada kucing bulu panjang yang terawat baik. Kucing bulu panjang yang tidak terawat bisa tampak lebih dekil, kusam dan ‘menyeramkan’ daripada kucing garong.

    Beberapa hal yang patut diperhatikan dalam perawatan dan pemeliharaan kucing bulu panjang adalah :

    1. Menyisir bulu setiap hari. Ini bermanfaat untuk meluruhkan bulu-bulu mati sehingga tidak nenempel dan nyangkut pada bulu yang masih hidup. Bulu mati yang tidak terbuang akan menyebabkan bulu jadi kusut dan bisa menyebabkan gimbal. Selain itu bulu mati bisa menyebabkan hairball, yaitu gumpalan bulu dalam saluran pencernaan akibat bulu tertelan saat aktivitas self grooming ( menjilat-jilat bulunya). Hairball sangat berbahaya apabila tidak dapat dimuntahkan. Menyisir bulu juga memberi manfaat seperti memijat, sehingga merangsang / memperlancar peredaran darah.
    2. Menyisir berlawanan arah pertumbuhan bulu. Sisir bulu mulai dari tengkuk kearah depan sedikit-demi sedikit sampai ujung ekor. Lakukan dengan pelan, lembut dan penuh perasaan sehingga kucing menikmati aktivitas ini. Gunakan sisir khusus terbuat dari bahan logam dan gigi sisir yang agak rapat.
    3. Lap muka dan permukaan bulu agar kotoran yang ada terangkat. Lakukan hal ini sebelum disisir. Gunakan lap lembut yang lembab (washlap atau kanebo ).
    4. Mandi dengan shampoo khusus untuk kucing setiap 2 minggu sekali. Lakukan aktivitas ini saat masih pagi dan cuaca cukup cerah ( kucing dalam kondisi fit ) sehingga kucing tidak kedinginan dan bulu cepat kering. Keringkan dengan baik agar kulit tidak lembab. Kondisi kulit lembab akan merangsang pertumbuhan jamur . Apabila sebelum 2 minggu kucing tampak kotor. Cukup dibersihkan dengan air hangat dan lap tanpa menggunakan shampoo. Aktivitas mandi yang terlalu sering berdampak buruk pada penampilan bulu dan kesehatan kulit jangka panjang, karena akan merusak lapisan lemak pada bulu dan kulit.
    Gizi yang baik akan sangat menunjang penampilan dan kesehatan kulit. Berikan cat food yang memberi manfaat tambahan untuk bulu panjang. Atau tambahkan suplemen untuk menunjang panmpilan dan pertumbuhan bulu yang lebih baik.

    FAKTOR-FAKTOR KESEHATAN KUCING


    beberapa faktor penting saat memelihara kucing. Fakor ini dapat mempengaruhi kesehatan kucing, Jadi anda sebaiknya memperhatikannya:

    Berikut beberapa diantaranya :

    1. Sanitasi kandang kucing

    Kandang yang baik sehat dan bersih akan membuat kucing betah disana. Pastikankandang kucing maupun alat pendukungnya seperti tempat makan, tempat minum, tempat kotoran selalu bersih dan didesinfikasi secara berkala.

    Cara membersihkannya ya seperti anda membersihkan pada umumnya. Sedangkan jika didesinfikasi silahkan gunakan trik berikut : Carilah cairan pemutih pakaian yang mengandung 0,17% sodium hiplorida (Bisa tanya kepada penjualnya atau lihat langsung pada kemasannya)

    2. Keadaan Lingkungan

    Memelihara kucing juga harus memperhatikan hal berikut :

    • Ukur kelambapan udara dengan hidrometer dan cari pada tempat sekitar 43% sampai 55%.
    • Suhu udara yang ideal : 21 C sampai 24 C
    • Dalam membuat kandang atau tempar kucing WAJIB mentediakan sirkulasi udara (ventilasi). Setidak-tidaknya 19 kali pergamtian udara.

    3. Jangan over crowded

    Apa itu over crowded? ialah dimana dalam satu kandang mengalami kelebihan kucing atau dengan kata lain terlalu banyak kucing yang berdiam disana.

    Apakah ini gawat memelihara kucing seperti itu?

    Tentu saja! selain melanggar HAK (Hak Asasi kucing) juga dengan berlebihnya kucing pada suatu tempat akan menyebabkan mudahnya penyakit menular. Dan Coba anda bayangkan bersama banyak orang berada pada suatu tempat yang sempit.

    Nah begitu juga dengan si meong. Mereka akan stres. Jika sampai si meong stress otomatis akan menurunkan daya tahannya. Dan otomatis juga karena daya tahannya menurun dia akan rentan terhadap penyakit. Setelah sampai sakit anda pasti tahu kelanjutannya. Biaya kedokter mahal dan jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan kematian.


    Kamis, 12 Agustus 2010

    RADANG USUS MENULAR

    Distemper adalah radang usus menular. Disebabkan oleh virus parvo. Penyakit ini amat menakutkan bagi kita penyayang kucing. Tingkat kematian pada jenis penyakit kucing ini sangat tinggi. Jadi anda harus extra berhati-hati.

    Sedangkan gejala dari penyakit kucing Distemper ini adalah :

    • Demam tinggi dengn suhu mencapai 42° C
    • Mengalami dehidrasi
    • Nyeri pada lambung
    • Mencret
    • muntah
    • Depresi

    Lalu gimana jika kucing saya sudah terserang penyakit ini. Yang pasti berdoa saja! Pasti sembuhkah??? ya nggaklah! Penyakit kucing seperti ini harus ditangani dokter spesialis hewan.

    Si kucing akan diberi infuse supaya daya tahan kucing bertambah,

    Sedangkan cara untuk mencegah penyakit ini. Anda bisa melakukan hal yang umum dilakukan seperti imunisasi, nutrisi seimbang, menjaga kesehatan lingkungan dan memberikan makanan yang terbebas penyakit.


    HIAR BALL PADA KUCING PERSIA


    Kebiasaan kucing yang tidak bisa dihidari adalah menjilati bulu-bulunya sendiri atau lebih dikenal dengan istilah grooming. Hal ini bertujuan untuk membersihkan bulu-bulunya dari kotoran

    Namun kebiasaan grooming itu bisa menjadi masalah untuk kucing perisa. Seperti kita tahu bulu dari jenis kucing ini lebih panjang. Saking panjangnya maka kemungkinan untuk tertelan saat menjilat tentu semakin besar…..

    Setelah bulu-bulu itu tertelan dan masuk ke dalam perut maka bulu-bulu akan menggumpal . Hal inilah yang disebut hairball (bola rambut).

    Apakah ini bisa dihindari. Menghindari 100% memang sulit. Namun kita bisa meminimalisasikan dan menjaga kucing persia kita dengan cara seperti berikut :

    • Menggunakan pasta khusus untuk mencegah hairball. Anda dapat membelinya di toko hewan kesayangan anda.
    • Jika anda tidak sanggup membeli pasta. Mungkin sesekali anda bisa memberikan margarine pada makanananya.

    Dua hal diatas adalah cara untuk mencegahnya. Tapi jika sudah terlanjur menggumpal mungkin ini beberapa cara untuk mengobatinya :

    • Sediakanlah rumput karena secara alami kucing persia akan memakannya untuk memuntahkan hairball.
    • Jika masih tidak bisa dalam artian hairball sudah menjadi besar, ya mau nggak mau anda harus ke dokter hewan untuk operasi.

    Sedangkan ciri-ciri kucing yang menderia hairball adalah :

    • Sering mengalami batuk
    • Sulit bernapas
    • Dan tentu saja MUNTAH